Beranda > Senggang

Santri dan Pandemi

Oleh: MHD 3A PutriWaktu tak pernah izinkan berhentiBerjalan wajar silih bergantiSemesta turut menantiBagi pemilik dan pemeluk kehendakMimpi yang pastiPelan dengarlah rintihan kesedihanPenderitaan dan ketakutan menggema di negeri iniOrang-orang bertahan di titik keprihatinanNamun, semangat belajar tak berkuasa menyurutkanLantunan ayat al Quran menyentuh setiap sudut ruangBak obat untuk mematikan rasa sesak ituBeribu

Read More

RASA RINDU YANG MENGUAP

Hari-hari indah berlalu Dengan kenangan rindu yang menggebu Takkala kau terlintas dipikiran Air matapun berantakan Ya habibi Aku rindu seperti yang dulu Berkumpul dengan anak cucumu Aku rindu seperti yang dulu Selalu mengucap namamu dilisan maupun di kalbu Aku rindu seperti yang dulu Meniru kemuliaan akhlakmu Ketika kau didholimi, engkau tak sakit hati Ketika kau disakiti kau berdoa agar pendengki diridhoi Lemparan batu

Read More

TIRADE PENGUASA

Tiba-tiba sore menjadi kecil, dingin dan hijau Ketika gerimis datang dan petang menjelang Dari sebuah hari yang jauh, teramat jauh Aku memandang orang-orang lari, terbirit-birit Dari runcingnya hari Aku ingat, seseorang pernah berkata: Tidakkah ini hidup amatlah berharga? Tapi dengan apa tuan, kata mereka Haruskah kami hargai hidup ini Bila yang berharga saja dapat dibeli? Lantas, aku kembali bertanya Pada daun-daun

Read More

Cinta Pertama

“Aku tidak membutuhkanmu.”Terdiam dalam gelegar yang menyambar amarah. Tiga kata yang menikam jantung hati. Ketika apa yang telah menjadi sandaran, pergi meninggalkan. Apalah daya agar tidak jatuh, jika itu perihal hati.“Betapa menyakitkan.”“Maaf.”“Hanya kata maaf, kamu bilang?”Lalu kenapa kamu memintaku menjadi kekasihmu, ketika kamu ucapkan cinta kepadaku? Baru kemarin, kamu lupa?

Read More

Menuju Diriku Sendiri

Menuju diriku sendiri Aku berpapasan dengan diriku yang lain Seorang remaja yang tengah sibuk Bermain api di tepi sebuah jurang Berpapasan dengan pencuri yang berteriak, “Maling”! Pelanggar janji yang berteriak, “Pengkhianat”! Dan lelaki yang dimahkotai duri Tersalib di atas bukit sebuah sakit   Menuju diriku sendiri Aku melihat para penyair dengan tubuh berlumur sunyi Membangun kuil dari perca-perca luka Adakah kutemui sebuah

Read More