Beranda > Tata Tertib Putra

Tata Tertib Putra

TATA TERTIB
PONDOK PESANTREN AL ANWAR 3 PUTRA
SARANG REMBANG

BAB I
PENDAHULUAN

Pasal 1
Komponen

  1. Pondok Pesantren adalah Pondok Pesantren Al Anwar 3 Gondanrojo Kalipang Sarang Rembang.
  2. Santri adalah siapa saja yang terdaftar sebagai santri di Pondok Pesantren Al Anwar 3.
  3. Pengurus adalah adalah santri yang ditunjuk menjadi pengurus pondok pesantren untuk melaksanakan tugas tertentu yang terstruktur serta telah diberikan Surat Keputusan oleh pengasuh.

Pasal 2
Ketentuan Umum

  1. Tata tertib yang ada berlaku bagi semua santri.
  2. Pengecualian dari tata tertib ini hanya bisa dilakukan dan diberikan oleh pengasuh.

BAB II
KEWAJIBAN DAN HAK SANTRI

Pasal 3
Kewajiban Umum

  1. Santri wajib melaksanakan perintah-perintah agama, menjauhi larangan-larangannya serta taat pada aturan-aturan negara.
  2. Taat kepada pengasuh, tata tertib serta kebijakan-kebijakan pondok pesantren.
  3. Mengikuti semua kegiatan pondok pesantren
  4. Menjaga nama baik pondok pesantren.

Pasal 4
Administrasi

  1. Santri baru wajib mendaftarkan diri di pondok pesantren selambat-lambatnya empat hari setelah kedatangan dengan ketentuan:
  2. Sowan kepada pengasuh bersama orang tua/wali serta menyatakan niatnya untuk menjadi santri.
  3. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan pengurus.
  4. Membuat surat pernyataan bermaterai perihal kesediaan mematuhi tata tertib pondok pesantren.
  5. Memenuhi persyaratan-persyaratan yang diberikan oleh pengurus.
  6. Membayar administrasi.
  7. Mengikuti kegiatan Ta’arufan Pondok Pesantren.
  8. Santri lama wajib melakukan daftar ulang selambat-lambatnya empat hari setelah kedatangan.
  9. Pembayaran diwajibkan selama menyandang status santri Pondok Pesantren Al Anwar 3.
  10. Melakukan pelunasan iuran syahriyyah dan iuran lainnya sesuai yang telah ditetapkan oleh pondok pesantren.
  11. Kartu pembayaran menjadi bukti pembayaran yang sah dan harus dibawa ketika melakukan transaksi.
  12. Pelunasan tanggungan pondok pesantren menjadi syarat mengikuti Ikhtibar Muhadloroh dan UAS STAI Al-Anwar
  13. Mempunyai kartu identitas santri berupa KTS (Kartu Tanda Santri).

Pasal 5
Kegiatan dan Pendidikan

  1. Santri wajib salat lima waktu berjamaah.
  2. Mengikuti semua kegiatan yang ada di pondok pesantren, baik kegiatan Madrasah Diniyyah Takmiliyah maupun kegiatan Ma’arif.
  3. Kegiatan Madrasah Diniyyah Takmiliyah meliputi; Muhadloroh, Matrikulasi dan Musyawaroh Kelas dan Musyawarah Gabungan.
  4. Kegiatan Ma’arif meliputi; Pengajian al-Qur’an, Sorogan, Halaqah Diniyyah, Pembacaan Maulid Nabi Muhammad Ṣallā Allahu ‘Alayhi Wasallam, Khithobiyyah, Pengajian kitab kuning (ngaji bandongan), Tadarus al-Qur’an dan Pembacaan Yasin Fadlilah.
  5. Meminta surat izin sesuai prosedur yang telah ditetapkan apabila berhalangan mengikuti kegiatan wajib.
  6. Mengikuti pengajian kitab kuning (ngaji bandongan) minimal dua jenis (1 oleh Pengasuh dan 1 oleh Asatidz).
  7. Mempunyai guru sorogan sebagai mentor kemampuan baca kitab.
  8. Mentaati tata tertib yang berlaku dalam setiap kegiatan.

Pasal 6
Mutakhorrijin Muhadloroh

  1. Santri yang sudah menyelesaikan pendidikan Muhadlarah dan masih berada di pondok wajib memberikan contoh dan teladan yang baik.
  2. Mengikuti pengajian kitab kuning (ngaji bandongan) minimal dua jenis.
  3. Mengikuti Musyawarah Fathul Qarib.
  4. Mempunyai kelompok bimbingan sorogan terhadap santri yang masih muhadloroh.
  5. Ikut mengawal berjalannya kepengurusan, baik yang mempunyai jabatan dalam kepengurusan maupun tidak.

Pasal 7
Keamanan

  1. Santri wajib menetap di pondok pesantren.
  2. Menjaga keamanan dan ketertiban pondok pesantren.
  3. Lapor kepada keamanan dan petugas ruang tamu apabila mempunyai tamu yang hendak bermalam di pondok pesantren.
  4. Meminta izin sesuai dengan prosedur ketika hendak pulang atau keluar dari lingkungan pondok pesantren dan lapor setelah kembali.
  5. Meminta izin ketika hendak mengadakan kegiatan keorganisasian di lingkungan pondok pesantren.
  6. Mengikuti kegiatan jaga malam sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  7. Mentaati ketentuan penggunaan laptop.

Pasal 8
Akhlaq

  1. Taat kepada pengasuh dan kebijakan pengurus.
  2. Menghormati pengasuh, pengurus, tamu dan sesama santri.
  3. Bersikap, berperilaku, bertutur kata, berpenampilan dan berpakaian sopan, baik dalam tinjauan agama maupun adat.
  4. Memenuhi panggilan pengurus.

Pasal 9
Kebersihan dan Fasilitas

  1. Santri wajib menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan pondok pesantren.
  2. Mengikuti piket kebersihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Mengkuti kegiatan kerja bakti (roan) sesuai dengan tugas dan ketentuan yang berlaku.
  4. Menjaga dan merawat semua fasilitas yang ada di pondok pesantren serta menggunakannya sesuai dengan ketentuan penggunaannya.

Pasal 10
Khidmah 1 Tahun

  1. Santri wajib berkhidmah minimal 1 tahun terhitung sejak setelah wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam Al Anwar.
  2. Khidmah dapat melalui kepengurusan, ndalem, Umar Harun atau STAI Al Anwar.
  3. Menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Pasal 11
Boyong atau Cuti Kuliah

  1. Santri yang boyong atau mengambil cuti kuliah harus mengisi surat pernyataan yang telah disedikan pengurus.
  2. Melengkapi surat pernyataan dengan meminta tanda tangan kepada koordinator Muhadlarah, koordinator Kemanan, ketua Pondok dan Pengasuh.
  3. Sowan dan meminta restu dari pengasuh pondok pesantren.
  4. Menyelesaikan tanggungan administrasi.
  5. Santri yang boyong atau mengambil cuti kuliah tanpa konfirmasi dan membuat surat pernyataan maka tanggungan administrasi dan lainnya dianggap masih terus berjalan.

Pasal 12
Hak Santri

  1. Santri yang telah memenuhi kewajibannya berhak memperoleh pendidikan yang baik di pondok pesantren.
  2. Menggunakan fasilitas umum pondok pesantren.
  3. Mendapatkan pelayanan dan perlakuan yang baik.
  4. Menyampaikan usulan dan saran terkait pondok pesantren melalui kotak saran yang telah disediakan.

BAB III
LARANGAN

Pasal 13
Larangan Umum

  1. Santri dilarang melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, baik syariat maupun negara.
  2. Meninggalkan kewajibannya sebagaimana telah diatur pada Bab II tentang Kewajiban dan Hak Santri.

Pasal 14
Keamanan

  1. Santri dilarang ngampung atau menetap di luar pondok pesantren.
  2. Keluar dari lingkungan pondok pesantren pada saat jam kegiatan wajib tanpa izin.
  3. Menyaksikan segala bentuk pertunjukan yang dilarang, baik oleh syariat maupun negara.
  4. Bermain atau menyimpan playstation (PS) atau sejenisnya dan atau permainan yang identik dengan perjudian, seperti kartu remi dsb.
  5. Membawa atau menyimpan peralatan elektronik kecuali hp non-internet dan laptop.
  6. Menyimpan senjata tajam dan atau barang-barang yang berbau porno.
  7. Membawa dan atau mengoperasikan HP yang mempunyai akses internet tanpa izin tertulis dari pengasuh.
  8. Membawa kendaraan bermotor kecuali mendapat izin tertulis dari pengasuh.
  9. Melakukan perkelahian, perjudian atau sejenisnya,.
  10. Mengkonsumsi, memiliki, menyimpan atau mengedarkan minuman keras, narkoba, dsb.
  11. Melakukan ancaman-ancaman atau intimidasi.
  12. Mengganggu hak milik orang lain seperti ghasab, menipu, mencuri dan atau merampas.
  13. Mengikuti atau terlibat organisasi terlarang.
  14. Hubungan antara santri putra dan putri melewati batas syara’.
  15. Melakukan koordinasi antara santri putra dan putri dalam segala urusan di luar jam kuliah, kecuali ada izin tertulis dari pengasuh atau pengurus.
  16. Menerima tamu di kamar.

Pasal 15
Akhlaq

  1. Santri dilarang menghina atau melawan peangurus yang sedang bertugas;
  2. Memakai kalung, Berambut gondrong, menyemir rambut, bertindik atau bertato;
  3. Memakai pakaian yang memperlihatkan aurat;
  4. Memakai pakaian yang tidak sopan saat keluar dari pondok seperti kaos, celana jeans dsb;
  5. Menggunakan songkok putih, kecuali bagi yang sudah haji.

Pasal 16
Kebersihan dan Fasilitas

  1. Santri dilarang membuang sampah sembarangan.
  2. Membawa atau memelihara binatang di lingkungan pondok pesantren.
  3. Memasang pengumuman di dalam pondok pesantren, kecuali ada izin dari pengurus.
  4. Mencuci pakaian di pondok pesantren.

BAB IV
REGULASI SISTEM POIN

Pasal 17
Ketentuan Umum dan Definisi

  1. Poin adalah nilai yang diberikan kepada setiap santri atas pelanggaran tertentu yang telah dikakukan.
  2. Jumlah poin diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan santri.
  3. Setiap poin yang diperoleh akan diakumulasi dan pada jumlah tertentu santri yang bersangkutan akan diberi sanksi sesuai dengan jumlah poin yang diperolehnya.
  4. Akumulasi poin terus berlanjut selama menjadi santri.

Pasal 18
Akumulasi Poin dan Sanksi

  1. Pelanggaran dengan jumlah poin 1-100 poin sanksinya adalah takziran sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
  2. Pelanggaran dengan jumlah poin 101-120 poin sanksinya adalah takziran sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan dan membuat surat pernyataan bermaterai tentang pengakuan atas pelanggaran yang dilakukan serta pernyataan tidak akan melakukan pelanggaran.
  3. Pelanggaran dengan jumlah poin 121-149 poin sanksinya adalah takziran sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan dan pemanggilan orang tua.
  4. Pelanggaran dengan jumlah poin 150 atau lebih sanksinya adalah dikembalikan kepada orang tua.

BAB V
PELANGGARAN DAN SANKSI

Pasal 19
Huruf A
Pelanggaran Ringan dengan Poin

  1. Tidak mengikuti kegiatan Muhadloroh tanpa izin tertulis (1 poin untuk 1 jam pelajaran).
  2. Tidak mengikuti kegiatan Matrikulasi, Musyawaroh, Pengajian al-Qur’an dan Sorogan tanpa izin tertulis (1 poin untuk 1 kegiatan).
  3. Tidak menghadiri undangan takziran (1 poin untuk satu undangan).
  4. Keluar dari lingkungan pondok pesantren pada saat jam kegiatan wajib tanpa izin (5 poin).
  5. Pulang tanpa mendapatkan izin dari Keamanan (5 poin).
  6. Melakukan permainan yang identik dengan perjudian, seperti kartu remi dsb. (5 poin).
  7. Melanggar ketentuan penggunaan laptop (5 poin).
  8. Melanggar ketentuan jaga malam (5 poin).

Huruf B
Pelanggaran Ringan Tanpa Poin

  1. Semua perbuatan yang bertentangan dengan Kewajiban Santri maupun Larangan yang tidak termasuk dalam Pelanggaran Sedang maupun Pelanggaran Berat.

Pasal 20
Huruf A
Pelanggaran Sedang dengan Poin

  1. Melakukan pelanggaran ringan sejenis yang disebutkan dalam Pasal 19 Huruf A Ayat 4-8 sebanyak 3 kali (15 poin).
  2. Membawa dan atau mengoperasikan HP yang mempunyai akses internet tanpa izin tertulis dari pengasuh (15 poin).
  3. Melakukan perkelahian (20 poin).
  4. Menghina dan atau melawan pengurus yang sedang bertugas (20 poin).
  5. Melakukan ancaman-ancaman atau intimidasi (20 poin).

Huruf B
Pelanggaran Sedang Tanpa Poin

  1. Melakukan pelanggaran ringan sejenis dan sudah mendapatkan sanksi sebanyak 3 kali.
  2. Menyaksikan segala bentuk pertunjukan yang dilarang, baik oleh syariat maupun negara.

Pasal 21
Pelanggaran Berat

  1. Ngampung (40 poin).
  2. Mencuri dan atau merampas hak milik orang lain (75 poin).
  3. Mengikuti atau terlibat organisasi terlarang (85 poin).
  4. Mencemarkan nama baik pondok pesantren (90 poin).
  5. Hubungan antara santri putra dan putri melewati batas syara’ (90 poin).
  6. Melakukan pelanggaran sedang sejenis yang disebutkan dalam Pasal 20 sebanyak 3 kali (90 poin).
  7. Melakukan perjudian atau sejenisnya, mengkonsumsi minuman keras, narkoba, dsb. (150 poin).

Pasal 22
Sanksi

  1. Pelanggaran ringan:
  2. Diberi teguran atau peringatan, baik secara lisan maupun tertulis.
  3. Dibina dan dinasihati.
  4. Kerja bakti atau roan.
  5. Membaca al-Qur’an dan atau salat 5 waktu berjamaah di shof terdepan.
  6. Penyitaan.
  7. Pelanggaran sedang:
  8. Diberi sanksi sebagaimana pelanggaran ringan.
  9. Membuat surat pernyataan tentang pengakuan atas pelanggaran yang dilakukan serta pernyataan tidak akan mengulanginya.
  10. Penyitaan.
  11. Digundul.
  12. Membayar ganti rugi.
  13. Dipanggil orang tua/walinya.
  14. Diskors.
  15. Pelanggaran berat:
  16. Diberi sanksi sebagaimana pelanggaran sedang.
  17. Disowankan kepada pengasuh.
  18. Dikembalikan kepada orang tua/wali.
  19. Diserahkan kepada pihak yang berwajib.
  20. Pencabutan hak sebagai santri dan segala jenis penghargaan yang diberikan oleh pondok pesantren.
  21. Santri yang tidak berada di pondok pesantren selama lebih dari tiga bulan berturut-turut tanpa ada keterangan dianggap boyong dan hilang haknya sebagai santri.
  22. Semua sanksi diberikan atas kebijaksanaan dari pengurus dan atau pengasuh.

BAB VI
KETENTUAN LAIN

Pasal 23
Ketentuan Kamar

  1. Setiap kamar wajib mempuyai ketua kamar dan susunan kepengurusan lain menurut kebutuhan masing-masing.
  2. Ketua kamar mempunyai kedudukan sebagai pemimpin keorganisasian kamar dan pelopor terlaksananya tata tertib pondok pesantren serta sebagai kepengurusan integral pondok pesantren.
  3. Ketua kamar dipilih berdasarkan syarat; minimal kelas 3 Muhadloroh; mempunyai potensi leadership; serta mempunyai track record yang baik.
  4. Ketua kamar yang sah adalah yang mendapatkan Surat Keputusan kepengurusan dari pengasuh.
  5. Santri menempati kamar sesuai ketentuan yang ditetapkan dan tidak diperkenankan pindah kamar kecuali atas izin dari pengurus harian.

Pasal 24
Kewajiban dan Hak Ketua Kamar

  1. Ketua kamar berkewajiban memimpin anggota dalam hal kemajuan pelajaran, kebaikan, ketertiban, kerajinan, kesopanan dan kebersihan anggota serta ruang kamar.
  2. Ketua kamar harap segera melapor kepada pengurus apabila mendapatkan hal yang tidak dapat ditangani sendiri.
  3. Ketua kamar berhak mengajukan usulan-usulan kepada pengurus dan akan ditindak lanjuti melalui kebijakan jika dianggap perlu.
  4. Ketua kamar berkewajiban menyampaikan instruksi-instruksi dari pengurus kepada anggota kamar.
  5. Bertanggungjawab kepada ketua pondok pesantren.
  6. Menyampaikan laporan secara berkala kepada pengurus.

BAB VII
PENGURUS, NDALEM DAN UMAR HARUN

Pasal 25
Huruf A
Syarat Umum

  1. Pengurus, Santri Ndalem dan Umar Harun minimal kelas 3 Muhadloroh dan mempunyai rekam jejak yang bagus.
  2. Mempunyai potensi jiwa Khidmah.
  3. Santri yang hendak masuk ndalem dan Umar Harun diwajibkan sowan ke pengasuh dan melapor kepada Ketua Pondok.

Huruf B
Kedudukan

  1. Pengurus, santri ndalem dan Umar Harun merupakan satu entitas integral dalam wadah kidmah.
  2. Pengurus, santri ndalem dan Umar Harun mempunyai hubungan kerja antar lembaga yang bersifat koordinasi.

Huruf C
Hak dan Kewajiban

  1. Memberikan contoh dan teladan yang baik.
  2. Menjalankan amanah khidmah dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
  3. Menjaga nama baik kepengurusan pondok pesantren.
  4. Memberikan laporan secara berkala kepada atasan yang menaunginya.
  5. Mengusulkan hal-hal yang dianggap perlu sebagai perbaikan dalam berjalannya kepengurusan.

BAB VIII
PENUTUP

  1. Tata tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
  2. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian.