Beranda > Senggang > Puisi Santri
negeri

Pelajaran Memilih

Suatu hari nanti pada tanggal 14 Februari Kita orang berduyun-duyun melongok ke dalam hati Barangkali niat baik masih tertutup oleh sepi Gelombang-gelombang manusia silih berganti Memandang negeri memandang nasib 270 juta anak pertiwi Sementara tak ada yang lebih dibutuhkan kecuali nasi Negeri ini, duhai terbuat dari kenang amis anyir darah Maupun kasak-kusuk di

Read More
cinta

TEMBOK PENJARA SUCI

Kala terbesit dalam hati Pertemuan tanpa sengaja tempo hari Erat tangan sedekap Berjalan menunduk tanpa sepatah kata terucap Apakah engkau tahu? Dibalik sifat rendah hati dan lugu itu Terpampang nyata kelembutan sikapmu Ditambah balutan kerudung dan cadarmu Menambah kesan religius nan misterinya jati dirimuBentangan tembok penjara suci jadi saksi Di antara banyaknya rasa

Read More
palestina

Untuk Palestina

Di suatu sudut dunia Di tanah yang suram, merah gumpalan debu, Terhampar tragedi, suara meratap gemuruh. Negeri yang dipanggil Palestina. Begitu jauh dari sudut mata dunia, Namun begitu dekat di hati, Negeri yang dulu subur, Kini duka merajai. Di balik tembok yang kokoh berdiri, Cerita pilu terjadi, air mata menetes tak terhenti. Rasa kemanusiaan terkoyak, di tepi-tepi perjuangan, Palestina, panggilan hati, doa terus mengalir. Sebuah kisah

Read More
hidup anak ibu

Antara Peluru, Kematian, dan Tuhan

Seorang ibu sedang menyusui anaknyaDi tepian pantai Khan Yunis yang lengangSang ibu menyibak-nyibak desir pasirBerharap kelak air susunya akan menjadiMimpi besar yang menopang jiwa anaknyaDi langit malam bulan bersembunyiDibalik kepulan asap dan suara bom yang menggelegarSeorang ibu sedang menidurkan anaknyaDidekap ricuh kalang kabut serdadu musuhDipeluk mesiu berjibaku dengan tembakanApakah hidup hanyalah serangkaian nasib sial

Read More
petani

Rayuan Para Pendengkur

Pada lengking pita suaramu Aku petani yang menjarah perut sendiri Dalam liur serigala tamak kala itu Sebilah pisau mengiris ubi cilembu Bertukar piring di atas tangis sesamakuPagi itu, di dekat rayuan sang Amir Yang lantang kecapnya Yang manis lidahnya Yang hangat dekapnya Akhirnya merebah berbau anyir Membusuk dari hari ke hariAkankah sama nantinya Nasib yang diadu dalam kotak suara Tawa yang digantung dalam kabut-kabut wacana Anak-anak

Read More
abdul ghofur

Sebuah Goresan

Di atas buku, tersimpan jejakrangkaian kata mulai bermain dengan senyumanKini inginku bacakan sebuah goresanHarapan demi harapan, kutata bak sebuah barisanAnganku begitu besarBagai anak panah membidik sasaranDirimu pun selalu berpesanUntuk mencapai kebahagiaanLautan ilmu harus kau taklukkanGurukuHadirmu adalah ruh kesuksesanOrgan utama jantung keikhlasanFondasi yang selalu berdiri tegakUntukmuRibuan terima kasih kami haturkanMendoakanmu menjelma keistiqomahanAku ingin meraup ilmu

Read More
Langkah

Langkah Khidmah

Melangkah dengan beraniMenembus cacian dan makiHanya harap penenang hatiWelas asih ridla KiaiMelangkahlah dengan gagahLayaknya Garuda dengan sayap merekahJangan takut dan gegabahKarena di belakangmu ada barakahMelangkahlah dengan tenangTempuh halang dan rintangYang menebas bagai pedangIngatlah di sisi selalu ada TuhanMelangkah untuk majuJalankan cita-cita guruTancapkan baik di kalbuMengusir buruk belengguMelangkahlah,Jangan setengah,Kukuhkanlah,Niat khidmahOleh: Fathimatuz Zahro

Read More

ADIKSI SANTRI DI ATAS EKSPEKTASI

Kemarin malam sang pendamai datangMenjejakkan pesan untuk mengukuhkanMeluruskan anomali tak beradab santriDiajarkan menerawang kehidupan berseniTak disangka,Meski raganya telah bersemayamDalam ruang malakut kami berjumpaTangis batinku pun sempat dibalasSontak ribuan rindu kutumpahkanTetap dalam sungkeman keta’dimanAku telah kembaliKota ilmu ini jadi saksiDimana harus mengaji untuk mengujiKesucian hari diulang setiap hariKitab suci diukir dalam relung diriSelubung perhiasan yang

Read More

Santri dan Pandemi

Oleh: MHD 3A PutriWaktu tak pernah izinkan berhentiBerjalan wajar silih bergantiSemesta turut menantiBagi pemilik dan pemeluk kehendakMimpi yang pastiPelan dengarlah rintihan kesedihanPenderitaan dan ketakutan menggema di negeri iniOrang-orang bertahan di titik keprihatinanNamun, semangat belajar tak berkuasa menyurutkanLantunan ayat al Quran menyentuh setiap sudut ruangBak obat untuk mematikan rasa sesak ituBeribu kerumunan burung mendengarRintih lelah

Read More

RASA RINDU YANG MENGUAP

Hari-hari indah berlalu Dengan kenangan rindu yang menggebu Takkala kau terlintas dipikiran Air matapun berantakan Ya habibi Aku rindu seperti yang dulu Berkumpul dengan anak cucumu Aku rindu seperti yang dulu Selalu mengucap namamu dilisan maupun di kalbu Aku rindu seperti yang dulu Meniru kemuliaan akhlakmu Ketika kau didholimi, engkau tak sakit hati Ketika kau disakiti kau berdoa agar pendengki diridhoi Lemparan batu membuat tubuh sempurnamu berdarah Namun

Read More