Beranda > Puisi
cinta

TEMBOK PENJARA SUCI

Kala terbesit dalam hati Pertemuan tanpa sengaja tempo hari Erat tangan sedekap Berjalan menunduk tanpa sepatah kata terucap Apakah engkau tahu? Dibalik sifat rendah hati dan lugu itu Terpampang nyata kelembutan sikapmu Ditambah balutan kerudung dan cadarmu Menambah kesan religius nan misterinya jati dirimuBentangan tembok penjara suci jadi saksi Di antara banyaknya rasa

Read More
palestina

Untuk Palestina

Di suatu sudut dunia Di tanah yang suram, merah gumpalan debu, Terhampar tragedi, suara meratap gemuruh. Negeri yang dipanggil Palestina. Begitu jauh dari sudut mata dunia, Namun begitu dekat di hati, Negeri yang dulu subur, Kini duka merajai. Di balik tembok yang kokoh berdiri, Cerita pilu terjadi, air mata menetes tak terhenti. Rasa kemanusiaan terkoyak, di tepi-tepi perjuangan, Palestina, panggilan hati, doa terus mengalir. Sebuah kisah

Read More
hidup anak ibu

Antara Peluru, Kematian, dan Tuhan

Seorang ibu sedang menyusui anaknyaDi tepian pantai Khan Yunis yang lengangSang ibu menyibak-nyibak desir pasirBerharap kelak air susunya akan menjadiMimpi besar yang menopang jiwa anaknyaDi langit malam bulan bersembunyiDibalik kepulan asap dan suara bom yang menggelegarSeorang ibu sedang menidurkan anaknyaDidekap ricuh kalang kabut serdadu musuhDipeluk mesiu berjibaku dengan tembakanApakah hidup hanyalah serangkaian nasib sial

Read More
petani

Rayuan Para Pendengkur

Pada lengking pita suaramu Aku petani yang menjarah perut sendiri Dalam liur serigala tamak kala itu Sebilah pisau mengiris ubi cilembu Bertukar piring di atas tangis sesamakuPagi itu, di dekat rayuan sang Amir Yang lantang kecapnya Yang manis lidahnya Yang hangat dekapnya Akhirnya merebah berbau anyir Membusuk dari hari ke hariAkankah sama nantinya Nasib yang diadu dalam kotak suara Tawa yang digantung dalam kabut-kabut wacana Anak-anak

Read More

ADIKSI SANTRI DI ATAS EKSPEKTASI

Kemarin malam sang pendamai datangMenjejakkan pesan untuk mengukuhkanMeluruskan anomali tak beradab santriDiajarkan menerawang kehidupan berseniTak disangka,Meski raganya telah bersemayamDalam ruang malakut kami berjumpaTangis batinku pun sempat dibalasSontak ribuan rindu kutumpahkanTetap dalam sungkeman keta’dimanAku telah kembaliKota ilmu ini jadi saksiDimana harus mengaji untuk mengujiKesucian hari diulang setiap hariKitab suci diukir dalam relung diriSelubung perhiasan yang

Read More

RASA RINDU YANG MENGUAP

Hari-hari indah berlalu Dengan kenangan rindu yang menggebu Takkala kau terlintas dipikiran Air matapun berantakan Ya habibi Aku rindu seperti yang dulu Berkumpul dengan anak cucumu Aku rindu seperti yang dulu Selalu mengucap namamu dilisan maupun di kalbu Aku rindu seperti yang dulu Meniru kemuliaan akhlakmu Ketika kau didholimi, engkau tak sakit hati Ketika kau disakiti kau berdoa agar pendengki diridhoi Lemparan batu membuat tubuh sempurnamu berdarah Namun

Read More

Bukan Pecundang Kawakan

Hentikan tak pedulimu,Sudahi tutup mata telingamu,Jangan enggan tau, seakan semua terlihat biasa, baik-baik saja dan tak ada yang perlu dibaca..Tak acuhmu dialah lemah yang kau tutupi..Wahai kau,Tak hanya kau sendiri yang merugi,Sejatinya hatimu dan mereka juga tersakiti..Bertudung di bawah elegi, hanya semakin menjadi..Pulanglah kau pada aku yang dulu,Pada aku yang pernah mengharu biru,Dihimpun sadar

Read More

Ingat-Ingat Sesaat

Oleh : Edi Sapoetra (kamar 11) Membaca, menulis, menghafal dan bertanya Memang pekerjaan mulia bagi sang putra Mungkin, itu adalah salah satu jalurnya Menggapai benih-benih curahan hidayahnya Terangnya cahaya membuat silau dimata Telaga kautsar menanti para ahli surga Tepatnya balik pondokmu membuktikan setia Tegak dan semangatmu adalah bukti punya cita-cita Air yang mengalir di saat ini lebih jernih Air yang mengalir kemarin bukan berarti

Read More

Aku Tak Perlu Masa Lalumu

Oleh: Eko NuristiantoJalan setapak masa lalu telah kita laluiAku berjalan sembari menggendang uluran kepercayaanDikau menatapku dengan malu-maluPun sejenak aku terdiam, memandangi teduhmuMatahari merangkak mengawasi perjalanan kitaKicauan burung perkutut kembali menggemaKita masih saja terdiam ditengah jalanRindang pohon terasa sejuk menemani kita istirahatKuambil kelopak melati merah merekah ituKuselipkan diantara daun telingamuKurapikan helai rambutmu yang teruraiLantaran dingin,

Read More