Beranda > Seputar Pondok > Kajian Fiqh > Hasil Musyawarah Gabungan Kelas 1

Hasil Musyawarah Gabungan Kelas 1

amil

SEPUTAR NAHWU

Pertanyaan:

Perbedaan I’rob pada akhir kalimat ditentukan oleh perbedaan tuntutan amil seperti fail yang dibaca rafa’ dikarenakan adanya fi’il yang terdapat di belakangnya ataupun Khobar yang harmonis dalam kerafa’an dengan Mubtada. Di berbagai kitab sangat familiar terdapat redaksi أيضا dan اصلا. Amil apakah yang mempengaruhi I’rob dari redaksi أيضا َ dan اصلا?

Jawaban:

‘Amil akan berkaitan dengan tarkib suatu kalam, maka terlebih dahulu mengkaji tarkib dari lafal أيضا dan أصلا. Pada lafal أيضا bisa ditarkib jadi Ḥāl atau Maf’ūl Muṭlaq.

Referensi:

Al-Fawa’id al-Najibah bi Syarhi al-Farā’id al-Ajibah fi Bayani I’rabi al-Kalimat al-Gharibah karya KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfud, Cetakan PP. Maslak al-Huda, h 5-6

ينصب أيضا مصدرا أو حالا # ودو من أّض بمعنى أّلا

(الفرائد العجيبة)

قوله (ينصب أيضا) حال كونه (مصدرا) أي مفعولا مطلقا حدف عامله. والتقدير أَئْيِضُ أيضا بمعنى أَرْجِعُ للإخبار بكذا رجوعا (أو) ينصب (حالا) عاملها محذوف. والتقدير أَخْبِرُ أو أَحْكِيْ أيضا فيكون حالا من ضمير التكلم. إه الفوئد النجيبة ص 5

كذاك أصلا مثل لم أفز به # معناه قاطعا له من أصله

(الفرائد العجيبة)

قوله و(كذا) ل(ك) أي مثل أيضا في الإعراب قولك (أصلا) فهو منصوب إما على المصدرية وإما على الحالية. وذلك (مثل) قولك (لَمْ أَفُزْ بِهِ) بكذا أَصْلًا. و(معناه) على الحالية أي مُتَأَصِّلًا لِلْفَوْزِ (قَاطِعًا مِنْ أَصْلِهِ) من قولهم إِسْتَأْصَلْتُهُ أي قَطَعْتُهُ مِنْ أَصْلِهِ.إه الفوئد النجيبة ص 6

SEPUTAR FIQIH

Deskripsi Masalah:

Manusia dalam menjaga keberlangsungan hidupnya membutuhkan nutrisi untuk diolah menjadi energi, karbohidrat, lemak dan protein serta mineral. Zaki hidup di pedalaman di tengah-tengah lingkungan yang banyak meyisakan kulit hewan membuat dia mudah dalam mengimplementasikan penyamaakan pada kulit hewan seperti yang dia pelajari pada saat menimba ilmu di pondok pesantren namun jiwa santri yang kental dalam dirinya dia berkeinginan untuk meningkatkan perekonomian dengan membuat berbagai menu masakan yang terbuat dari kulit hewan yang disamak seperti kulit cicak dll.

BACA JUGA :  ANTARA KHUSYU’ DAN JAMA’AH

Soal Kelas 1B

Pertanyaan:

  1. Hewan apa sajakah yang kulitnya masuk dalam kategori diperbolehkan untuk disamak?
  2. Bagaimanakah hukum memakan kulit hewan yang sudah disamak memandang kulitnya telah menjadi suci?

Jawaban:

  1. Semua hewan bisa disamak kecuali babi dan anjing. Selain kedua jenis hewan tersebut ada juga kulit manusia dan segala hewan yang tidak dimungkinkan untuk disamak.

Referensi:

فتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب ص 7 (الحرمين)

(وجلود الميتة) كلها (تطهُر بالدباغ) سواء في ذلك ميتة مأكول اللحم وغيره.

الفقه الإسلامي و أدلته ج 1 ص 251 (دار الفكر دمشق)

الدباغ للجلود النجسة أو الميتة يطهرها كلها إلا الإنسان والخنزير, وما يحتمل الدبغ كجلد حية صغيرة وفأرة.

Penjelasan:

Qoul jadid memperbolehkan, sedangkan Qoul qadim tidak memperbolehkan. Antara Qoul jadid dan Qoul qadim sudah ditahqiq oleh imam Rafi’i dan Nawawi. Apabila ada perbedaan pendapat dari keduanya maka yang diunggulkan Imam Nawawi. Ketika ada pertentangan antara jadid dan qodim maka dimenangkan yang jadid. Tetapi ada beberapa kasus yang dimenangkan adalah qoul qadim, diantaranya kasus ini.

حاشية البجيرمي الخطيب ج 1 ص 171 (دار الحديث القاهرة)

قَوْلُهُ: (وَلَا يَحِلُّ أَكْلُهُ) أَيْ جِلْدِ الْمَيِّتَةِ الْمَدْبُوغِ، أَمَّا جِلْدُ الْمُذَكَّى بَعْدَ دَبْغِهِ فَيَجُوزُ أَكْلُهُ مَا لَمْ يَضُرَّ.

المهذب الخطيب ج 1 ص 11 (ابداع القاهرة)

وهل يجوز أكله؟ ينظر فإن كان من حيوان يؤكل ففيه قولان: قال في القديم: لا يؤكل لقوله صلى الله عليه وسلم “إنما حرم من الميتة أكلها1” وقال في الجديد: يؤكل لأنه جلد طاهر من حيوان مأكول فأشبه جلد المذكى وإن كان من حيوان لم يؤكل لم يحل أكله

Penjelasan:

Air menjadi senyawa penting dalam kehidupan manusia karena berperan sebagai pelarut zat sehingga menjaga proses metabolisme tubuh manusia. Selain itu, air menjadi alat untuk bersuci baik dari hadas besar maupun kecil. Di dalam kitab al-Taqrib disebutkan terdapat tujuh (jenis) air mutlak yang dapat digunakan untuk bersuci. Namun yang menjadi kebimbangan yaitu terdapat beberapa air yang tidak masuk dalam rincian tujuh tadi, seperti air dingin (es) meskipun dibungkus rapat dengan plastik.

BACA JUGA :  Bekatren sebagai Wadah Cita-Cita Ekonomi Pesantren

Soal kelas IE

Pertanyaan:

  1. Air yang dihasilkan dari air es tersebut apakah bisa dikatagorikan air mutlak?
  2. Apakah diperbolehkan bersuci dengan air yang berada di luar plastik meskipun air es yang di dalam berupa air najis?

Jawaban:

  1. Air Mutlak, karena proses terbentuknya air tersebut melibatkan benturan antara suhu air di dalam plastik dan udara di luar plastik. Maka jadilah air embun yang mana air tersebut termasuk dari 7 air yang bisa digunakan untuk bersuci. Di dalam kitab Tausyiḥ pada pembahasan air maṭar (hujan) ada juga klasifikasi air nadā, yaitu air yang keluar pada akhir malam, dan menempel pada tumbuh-tumbuhan dan rumput hijau.
  2. Boleh, karena karena bungkus plastik tersebut rapat sehingga tidak ada celah yang dapat membuat air najis di dalam plastik keluar.

Referensi:

  • Qutut al-Habib al-Gharib (Tausyih ala Ibn Qasim) karya Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi, Cetakan DKI, h.21

وقوله (المطر) الى أن قال- والثاني النَّدَى وهو الذي ينزل اّخر الليل ويقع عى الزرع والحشيش الأخضر اه توشيح على أبن القاسم ص 21

  • Tuhfatut al-Tullāb, Syaikhu al-Islam Abi Yahya Zakariyya al-Anshari. DKI, 69-71

قوله (وغيره) أي وغير الماء المطهر من مطلق الماء شيئان لأنه (إما طاهر) فقط (وهو) ثلاثة الى أن قال- (أو) ما (أستخرج من طاهر) كماء ورد. إه تحفة الطلاب 69-71

  • Hasyiah al-Syarqāwi ala Tuhfatut al-Tullab, Syaikh Abdullah bin Hijazi bin Ibrahim al-Syarqāwi, DKI, h 71.

قوله (أو استخرج) إلى أن قال-ويستثنى ما استخرج من طاهر انعقد من ماء كثلج أو برد أو جمد أو ملح ماء فإنه طهور لا طاهر فقط. ويلزم المحدث إذابته إن تعين ولم تزد مؤنته على ثمن الماء. إه حاشية الشرقاوي على تحفة الطلاب ج 1, ص71

Tim Multimedia PP. Al Anwar 3
Website dikelola oleh Tim Multimedia Pondok Pesantren Al Anwar 3 Sarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *