Beranda > Seputar Pondok > Masuk Program Besar PBNU, Al Anwar 3 Selenggarakan Halaqah Fiqih Peradaban

Masuk Program Besar PBNU, Al Anwar 3 Selenggarakan Halaqah Fiqih Peradaban

Acara besar berupa Halaqah Fiqih Peradaban yang diprogramkan oleh PBNU di 300 titik Pondok Pesantren yang ada di Nusantara, hari ini (16/11/2022) kembali tergelar. Acara yang bertempat di PP Al Anwar 3 Sarang Rembang menghadirkan seorang yang penting dan inisiator dari adanya Halaqah Fiqih Peradaban yakni Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Tsaquf sebagai narasumber pertama. Selain itu, juga hadir Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) KH. Najib Bukhori sebagai narasumber kedua.

Diselenggarakannya Halaqah Fiqih Peradaban ini merupakan salah satu upaya PBNU untuk melibatkan para kiai di dalam dinamika sosial, khususnya persoalan-persoalan pokok di tingkat global. Adapun tema pembahasan pada Halaqah yang dihelat di Al Anwar 3 ini tentang “Fiqih Siyasah dan Kewarganegaraan; Status Kewarganegaraan Non-Muslim dalam Tinjauan Fiqih (Upaya Kontekstualisasi Konsep Kewarganegaraan dalam Tata Negara Modern)”

BACA JUGA :  Stadium General Ulas Masalah Kontemporer Umat Islam Bersama Dr. Sulaiman Hasan

Pengasuh PP Al Anwar 3 Sarang, KH. Abdul Ghofur Maimoen, sedikit memberi gambaran mengenai tema yang diangkat. Beliau menyampaikan bahwa di dalam sebuah negara sudah pasti ada pemeluk agama. Setiap pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lainnya akan selalu kumpul satu sama lain. “Namun bagaimana dengan pemeluk agama yang minoritas?” ungkap Rais Syuriah PBNU.

“Dan mereka sebagai minoritas sedang menunggu jawaban bagaimana status kewarganegaraannya,” terang Gus Ghofur.

Dalam penyampaian pertamanya, KH. Yahya Cholil Tsaquf mengulas kembali tentang fokus tujuan dan pentingnya dari diprogramkannya Halaqah Fiqih Peradaban di berbagai Pondok Pesantren di Indonesia. Beliau menginginkan agar Nahdlatul Ulama terlibat langsung di dalam percaturan politik internasional. “Saya ingin NU terlibat langsung dalam percaturan politik internasional. Jika tidak mau, kita yang akan menjadi korban dari permainan catur yang mereka mainkan,” terang Ketua Umum PBNU.

BACA JUGA :  Peran Santri Diukur Lima sampai Sepuluh Tahun ke Depan

“Oleh karenanya, kegiatan-kegiatan PBNU menyangkut masalah internasional, sebagai serial Halaqoh yang diadakan. Terutama terkait wawasan politik yang fundamental di dalam kaca mata Fiqih,” sambungnya.

Lebih jauh, beliau juga menambahkan bahwa kegelisahan yang mendasar tentang dinamika yang terjadi di dalamnya merupakan keprihatinan yang fundamental dan mendalam. “Yang terpenting kata Mbah Moen, Indonesia memberi contoh pada dunia,” pungkasnya.

(Red/Multimedia Putra)

Tim Multimedia PP. Al Anwar 3
Website dikelola oleh Tim Multimedia Pondok Pesantren Al Anwar 3 Sarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *