“Hari ini kita memperingati hari santri nasional. Sekarang santri sudah diakui, sarung sudah diakui, jadi tidak usah perlu malu-malu lagi kalau mau pakai sarung. Ini tentu menjadi kesempatan emas yang luar biasa. Rata-rata kota besar seperti Semarang, Yogyakarta itu banyak pejabatnya yang mengakui dirinya sebagai santri. Dalam kepengurusan Nahdatul Ulama (NU) ada yang namanya pelatihan kader NU yang sekarang pesertanya tidak santri saja, tapi juga pejabat, dosen dan para pemangku kebijakan. Hal ini menunjukkan bahwa santri menang sudah diakui.”Ucap Gus Ghofur Maimoen dalam amanat upacara.Legalitas bagi santri, lanjut beliau sudah disahkan oleh negeri. Ini menjadi tantangan yang luar biasa. Beliau memaparkan dengan mimik serius bahwa 5-10 tahun ke depan santri masih memiliki tempat di negeri ini. Dalam kurun waktu tersebut jika peran santri dirasa tidak positif terhadap sumbangsih santri untuk negeri, stigma masyarakat akan mempertanyakan bahkan cenderung ke stigma yang tidak baik. “Ini menjadi tantangan yang luar biasa Apa yang diberikan santri kepada negeri,” Lanjutnya.





