Tuesday, November 30, 2021
Beranda > Seputar Pondok > Peran Santri Diukur Lima sampai Sepuluh Tahun ke Depan

Peran Santri Diukur Lima sampai Sepuluh Tahun ke Depan

gus ghofur maimoen pondok pesantren al anwar 3 sarang

REMBANG– Mementum Hari Santri Nasional (HSN) ke-5 disambut aktifitas positif. Mulai dari Sarasehan, upacara, penampilan UKM, dan Gebyar Salawat. Dimulai Sarasehan yang dikoordinir pengurus PP. Al-Anwar 3 (21/10). Kemudian dikoordinir DEMA, berbagai elemen Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) turut andil dan unjuk gigi. Agenda mulai pagi (24/10) yakni upacara dan penampilan UKM/ Organisasi Mahasiswa (Ormawa) disusul Gebyar Salawat malam harinya.

Rangkaian acara diawali upacara di halaman kampus STAI Al-Anwar, Kamis (24/10). Turut hadir dalam kesempatan itu, ketua STAI Al-Anwar DR. KH. Abdul Ghofur Maimoen, MA. sebagai inspektur.

Dimulainya acara, ditandai dengan kedatangan Babah dan Mamah menaiki golf car yang diikuti delegasi setiap UKM dengan mengibarkan bendera masing-masing. Acara pagi dibungkus dengan berbeda. Perbedaan itu terlihat dari penjemputan Babah dan Mamah dari Ndalem menggunakan mobil golf. Adapun santri seperti biasa memakai kostum hypebeast ala santri; sarung nusantara dan sandal jepit. Pasukan pengibar bendera juga memakai kostum yang sama.

Sejak Indonesia merdeka, pengakuan terhadap perjuangan santri sudah lama atau hampir tak mendapatkan hak apresiasi. Mulai dari Orde Lama berganti ke Orde Baru, orang sangat takut mengaku sebagai santri. Imbasnya juga takut bertemu kiai. Namun sekarang semua terlihat cair. Wujudnya sarung diakui sebgai ikon santri. Bahkan kampus-kampus besar, akademisi, hingga pemangku jabatan mengaku sebagai santri.

“Hari ini kita memperingati hari santri nasional. Sekarang santri sudah diakui, sarung sudah diakui, jadi tidak usah perlu malu-malu lagi kalau mau pakai sarung. Ini tentu menjadi kesempatan emas yang luar biasa. Rata-rata kota besar seperti Semarang, Yogyakarta itu banyak pejabatnya yang mengakui dirinya sebagai santri. Dalam kepengurusan Nahdatul Ulama (NU) ada yang namanya pelatihan kader NU yang sekarang pesertanya tidak santri saja, tapi juga pejabat, dosen dan para pemangku kebijakan. Hal ini menunjukkan bahwa santri menang sudah diakui.”

Ucap Gus Ghofur Maimoen dalam amanat upacara.

Legalitas bagi santri, lanjut beliau sudah disahkan oleh negeri. Ini menjadi tantangan yang luar biasa. Beliau memaparkan dengan mimik serius bahwa 5-10 tahun ke depan santri masih memiliki tempat di negeri ini. Dalam kurun waktu tersebut jika peran santri dirasa tidak positif terhadap sumbangsih santri untuk negeri, stigma masyarakat akan mempertanyakan bahkan cenderung ke stigma yang tidak baik. “Ini menjadi tantangan yang luar biasa Apa yang diberikan santri kepada negeri,” Lanjutnya.

Tari saman pondok pesantren al anwar 3 sarang
Tari Saman diperagakan oleh Mahasiswi STAI Al Anwar

Pasca upacara, Ormawa bergantian unjuk gigi. Diawali Tari Saman dengan syi’ir Alfiyah ibnu Malik oleh JQH Adz-Dzauq, Pasukan Baris Berbaris (PBB) Yel-yel Menwa Gelinding Wesi 966 yang mampu menyita tawa. Dilanjutkan musikalisasi puisi yang sangat ciamik dari LPM Garda Pena feat PSM Ekantika Voice dan Al-Farabi Transoxiana Band.

teater saroengan pondok pesantren al anwar 3 sarang
Teater Saroengan mempersembahkan aksi drama di halaman STAI Al Anwar

Tidak sampai disitu, persembahan “Tangis Air” oleh Teater Saroengan, JQH Adz-Dzuq, dan Bahasa tak kalah mengesankan. Pasalnya tema yang diambil bertepatan dengan kondisi bumi kali ini yang sedang mengering. Tak ingin kalah, UKM Pencak Silat menampilkan Pagar Nusa dan Cempaka Putih yang mempertunjukan jurus dan adu kekuatan menjadi penutup yang menghibur.

 

BACA JUGA :  Tantangan Pesantren dan Nasionalisme

Menurut Nadia Rizky, perbedaan perayaan ini dengan yang sebelumnya adalah semua UKM bisa terangkul dan menunjukan eksistensinya. Juga lebih mengetahui bakat dan minat mahasiswa khususnya. Jelas Mahasiswi asal Kragan.

“Pada intinya acara ini mengingatkan saya kepada Yai, Maimun Zubair. Beliaulah kiai bangsa penengah politik, dan sumbunya negeri,” ujar Nadia.

Malamnya, para santri mengikuti Gebyar Salawat bersama Ustadz M. Luthfil Anshori diiringi Grub Hadrah Syifaul Qulub. (Aul/Df/Wc)

Tim Multimedia PP. Al Anwar 3
Website dikelola oleh Tim Multimedia Pondok Pesantren Al Anwar 3 Sarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *