Thursday, October 22, 2020
Beranda > Seputar Pondok > Bekatren sebagai Wadah Cita-Cita Ekonomi Pesantren

Bekatren sebagai Wadah Cita-Cita Ekonomi Pesantren

Badan Ekonomi Pesantren atau Bekatren adalah lembaga pemberdayaan ekonomi pesantren. Bekatren Al-Anwar 3 memiliki 3 unit usaha, yakni Koperasi Pesantren (Kopontren), Konveksi Busana, dan Depot Air Isi Ulang.

Motivasi dibentuknya Bekatren yakni pembangunan ekosistem ekonomi pesantren, salah satu dakwah, bahwa Islam dari pesantren dapat berdaya dan berguna pada umat. Hal ini sesuai dawuh Pengasuh ‘Aku pengen pondok iki duwe usaha seng gede, ora nggolek bati tok, kanggo dakwah. Ben umat Islam gagah, biar santri punya wadah melatih diri di pesantren. Ketika pulang, punya pandangan mau melangkah seperti apa,’ ungkapnya.

Latar belakang Bekatren bertansformasi nama sesuai fungsi dan kelembagaan. Awalnya, tutur Ketua Bekatren Habibussalam (8/9), dulu pembentukan Ekonomi Pesantren digagas Kepengurusan Harian di bawah pimpinan Ketua Pondok Hasyim Asy’ari MQ. “Bekatren dibentuk dalam bentuk kepengurusan di pertengahan tahun 2019,” ungkapnya.

Dalam perjalanannya, Ekotren dibentuk dengan niat memiliki tim usaha. Di perjalanannya ternyata tidak hanya tim, Ekotren juga harus independen, memiliki legalitas, ada struktur, juga sering berhubungan dengan pihak luar. Ekotren kemudian menginisisasi memisahkan diri dari kepengurusan pondok. Selain itu beberapa halangan ditemukan jika masih atas nama kepengurusan.

Selain itu, terang Habib, halangan paling kentara yakni kaderisasi. Pasalnya masa khidmah pengurus dalam 2 tahun diganti. Hal ini dirasakan tidak efektif untuk membangun ekosistem ekonomi pesantren. Maka dari itu Bekatren sedang menjalani proses transisi dari di bawah kepengurusan ke lembaga legal yang independen. Maka dari itu Ekotren (Ekonomi Pesantren) berubah menjadi Bekatren (Badan Ekonomi Pesantren). “Dalam hal ini kita masih masa transisi. Mengurus unit usaha dalam waktu 2 tahun tidaklah cukup. Selain itu juga butuh standarisasi,” tambahnya.

Secara hierarki, garis koordinasi Bekatren bukan ke pondok maupun kampus, tetapi ke BUMY (Badan Usaha Milik Yayasan) Al-Anwar 3. Bekatren membawahi Kopontren, Depot Isi Ulang, dan Konveksi Busana Anwar 3.

Meski Surat Keputusan (SK) belum keluar, Habib menjelaskan bahwa rancangan kepengurusan Bekatren terdiri dari Penasehat K.H. Aufal Marom, K.H. Idror Maimun, dan K.H. Abdul Ghofur Maimoen. Adapun Dewan Pembina Ustadz Ahmad Sunoko, Ketua Bekatren Habibussalam, Manajer Kopontren Ustadz Ahmad Syamsuddin, Manajer Konveksi Busana Zainal Arifin, dan Manajer Depot Isi Ulang Ecky Syahrullah. “Kalau ada perubahan, saya mengikuti alur saja,” imbuh pemuda yang juga pebisnis.

Hubungan antara Bekatren dan pondok maupun kampus juga sebagai kerjasama antar lembaga. Koperasi ada modal awal penyertaan, lanjut Habib, pondok dan kampus dapat menitipkan modal tetapi tidak dalam bentuk subsisdi. Tetapi untung deviden bekerjasama sebatas itu, “Sementara itu pendataan anggota berkoordinasi dengan pihak kampus,” tuturnya.

Untuk hubungan ke luar, Bekatren telah menjalin dengan pesantren-pesantren yang ada di Indonesia dengan berpartisipasi dalam Himpunan Ekonomi Bisnis dan Pesantren (Hebitren). Hebitren sendiri terdiri dari 110 pondok pesantren yang tersebar di Indonesia. Untuk Jawa Tengah sendiri hanya ada 11-an pesantren yang tergabung di dalamnya. “Hal ini pentinhg untuk diketahui, bahwa kita tidak sendirian untuk membangun ekonomi pesantren. Kita juga sama bergerak di bidang itu,” lanjut Pemuda yang menyukai gorengan Kantin Islami itu.

Selain itu, Habib juga aktif mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) setiap tahunnya. Tahun 2019, Habib berangkat ke Jakarta. Saat itu ISEF 2019 dibuka Wakil Presiden K.H. Ma;ruf Amin. Lalu di tahun ini karena pandemi, ISEF 2020 diadakan secara virtual.”Sebenarnya dalam waktu dekat pihak Bank Indonesia dan Dinas Kepontrenan mengusulkan sosialisasi koperasi kepada teman-teman santri secara virtual. Namun dirasa tidak efektif maka ditunda terlebih dahulu,” ucapnya.

Sebagai informasi, usaha Bekatren sudah mulai berkembang. Habib menyebutkan Depot Isi Ulang sudah mencukupi kebutuhan santri, juga menurut data terakhir yang ia peroleh, Konveksi Busana Al-Anwar 3 meraup 15 juta belum dihitung biaya operasional. “Bekatren sebagai wadah untuk cita-cita,” pungkasnya lantas tersenyum. (*)

 

BACA JUGA :  Perkenalkan, Gedung Kopontren Al-Anwar 3
Tim Multimedia PP. Al Anwar 3
Website dikelola oleh Tim Multimedia Pondok Pesantren Al Anwar 3 Sarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *