Beranda > Keilmuan Islam > Alumni > MENGENAL TAFSIR AL-QUR’AN AL-ADZĪM (TAFSIR JALĀLAYN)

MENGENAL TAFSIR AL-QUR’AN AL-ADZĪM (TAFSIR JALĀLAYN)

PENULIS TAFSIR JALĀLAYN

Tafsir al-Qur`an al-‘Adzim atau biasa dikenal dengan Tafsir Jalalayn  ditulis oleh dua ulama terkemuka, yaitu Syaikh Jalaluddin al-Mahally dan Syaikh Jalaluddin al-Suyuthi dengan perincian sebagai berikut:

  1. Al-Mahally: Memiliki nama lengkap Jalaluddin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim al-Mahally, al-Syafi’i dan ia dilahirkan di kota Mesir pada tahun 791 H. Al-Mahally dikenal sebagai ulama yang multidisipliner dan menguasai banyak fan keilmuan, diantaranya adalah: Ilmu Kalam, Ushul Fiqh, Nahwu, Manthiq, dan lain-lain. Ia juga mengaji kepada sejumlah Ulama, diantaranya: al-Badr Mahmud al-Aqsha’i, al-Burhan al-Bayjuri, al-Syams al-Bisathi, al-Ala’ al-Bukhary dl. Al-Mahally wafat pada tahun 864 H.
  2. Al-Suyuthi: Memiliki nama lengkap Jalaluddin Abu al-Fadl Abdurrahman bin Abi Bakr bin Muhammad al-Suyuthi al-Syafi’i, ia dilahirkan pada bulan Rajab tahun 849 H dan ditinggal wafat ayahnya ia masih berusia 5 tahun 7 bulan.

Al-Suyuthi dikenal sebagai ulama yang alim pada zamannya, ia menguasai Ilmu Hadis dari segi matan, rijal al-hadis, Gharib al-hadis, sanad, istinbath al-ahkam dan lainnya. Bahkan ia mengatakan bahwa ia hafal 200.000 hadis. Al-Suyuthi wafat pada malam Jum’at tanggal 19 bulan Jumadil Ula tahun 911 H.

BIOGRAFI MUFASIR TAFSIR JALALAYN

Al-Mahally merupakan orang pertama yang menulis Tafsir Al-Qur`an al-‘Adzim dari Surah al-Kahfi hingga surah Al-fatihah, ini sebabnya al-Fatihah pada Tafsir Jalalayn diletakkan di belakang (setelah al-Nas) karena sebagai penanda bahwa yang menulis tafsir al-Fatihah adalah Al-Mahally, bukan Al-Suyuthi. Al-Mahally Wafat terlebih dahulu sebelum menyempurnakan karya tafsir ini.

BACA JUGA :  Sholat Jumat di Desa Konoha

Pasca 6 tahun wafatnya Al-Mahally datanglah Al-Suyuthi, ia menyempurnakan Tafsir al-Qur`an al-‘Adzim dari Al-Baqarah hingga al-Isra’ selama waktu yang teramat singkat, yaitu 40 Hari dan di usia yang masih muda yaitu 22 tahun.

Al-Suyuthi menulis Takmilah (penyempurna) ini pada hari Rabu, bulan Ramadhan, tahun 870 H dan selesai pada tanggal 10 Syawwal pada tahun yang sama. Takmilah tersebut dianggap sebagai Tafsir pertama yang ditulis oleh Al-Suyuthi.

Secara umum, Al-Suyuthi di dalam menulis Takmilah Tafsir al-Qur`an al-‘Adzim mengikuti metode yang dipakai oleh al-Mahally, yaitu menafsirkan al-Quran dengan mengacu kepada pendapat-pendapat yang rajih (kuat), mengi’rabi ayat bila dibutuhkan, menyebutkan qira’at yang berbeda dengan redaksi yang singkat, menghindari untuk tidak menyebutkan pendapat-pendapat yang kurang disetujui, dan i’rab-i’rab yang panjang.

Pembaca Tafsir Jalalayn terkadang tidak bisa membedakan mana tafsir yang ditulis oleh al-Mahally mana tafsir yang ditulis oleh al-Suyuthi karena metode yang digunakan dalam penulisan bisa dikatakan “sama persis”.

Selain persamaan di dalam metode penulisan, Al-Mahally dan Al-Suyuthi juga memiliki perbedaan di dalam menafsirkan ayat, diantaranya:

  1. Menafsirkan kata “Ruh”: Pada Surah ص Al-Mahally menafsirkan Ruh dengan:
BACA JUGA :  Belajar dari Terpapar Covid; Menyikapi Sakit dengan Baik

جسم لطيف يحيا الإنسان بنفوذه

Al-Suyuthi mengikuti tafsir tersebut di dalam surah al-Hajr, namun pada ayat:

وَیَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّی وَمَاۤ أُوتِیتُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ إِلَّا قَلِیلࣰا

Surat al-Isra’ 85

Al-Suyuthi memiliki pandangan lain bahwa menurut dia Ruh itu termasuk hal-hal yang hanya Allah saja yang mengetahuinya, dan lebih baik untuk tidak didefinisikan:

فهي صريحة أو كالصريحة في أن الروح من علم الله تعالى فالإمساك عن تعريفها أولى

  • Menafsirkan kata “الصابئون”: Pada surah al-Hajj al-Mahally menafsiri kata الصابئون dengan:

فرقة من اليهود

Al-Suyuthi juga mengikuti tafsir al-Mahally di dalam surah Al-Baqarah, namun ia menambahinya dengan kalimat:

أو النصارى

TAFSIR JALALAYN MERUPAKAN TAFSIR YANG MENDUNIA

Di dalam kitab al-Tafsir wa al-Mufassirun Dr. Husayn al-Dzahaby menyebutkan bahwa Tafsir Jalalayn merupakan kitab tafsir yang penyebarannya paling masif dan juga banyak dikenal, serta dicetak berulang kali.

Ada beberapa ulama yang memberikan komentar terhadap Tafsir Jalalayn, diantaranya adalah:

a. Hasyiyah al-Jamal

b. Hasyiyah al-Shawy.

Referensi:

Husayn al-Dzahaby, al-Tafsir wa al-Mufassirun, (Mesir: Dar al-Hadis, 2012), 285 – 288.

Sulayman al-Jamal, al-Futuhat al-Ilahiyah, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2013), 10.

Oleh: M Islahuddin

Alumni dan Ustadz MDT PP. al-Anwar 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *