PERINGATI MAULID NABI, GUS BAHA`: MELOGIKAKAN AJARAN ISLAM ADALAH TRADISI MASYAYIKH SARANG

Maulid Nabi dalam tradisi pesantren merupakan perayaan hari besar Islam (PHBI) yang tidak boleh terlewatkan. Karena di dalamnya sangat kental dengan nilai-nilai keislaman. Pada hari sabtu, bertepatan tanggal 10 September 2025 atau 18 Rabi`ul Awwal 1447 H, pondok pesantren Al-Anwar 3 memperingati Maulid nabi Muhammad SAW. K.H Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha` diundang sebagai pembicara. Acara yang dilaksanakan di Gedung Sport Center STAI Al-Anwar Sarang Rembang itu juga sebagai acara pelantikan pengurus baru pondok pesantren Al-Anwar 3 sekaligus ta`aruf santri baru.

K. H Abdul Ghofur Maimoen dalam sambutannya mengingatkan para santri agar menjadi orang baik dan bermanfaat, bukan hanya sekadar pintar. Dan hal ini bisa dimulai dari pendidikan yang diajarkan di pesantren.

Indonesia kacau itu bukan karena orang bodoh. Indonesia kacau itu karena orang-orang pintar tapi tidak baik. Oleh karenanya, syarat pertama bermanfaat adalah kitanya harus baik. Sering dikatakan bahwa pendidikan pesantren adalah menciptakan orang baik ” Tegas Babah, sapaan K.H Abdul Ghofur di kalangan santri.

Karena itu, Babah juga berkata bahwa untuk bermanfaat, seseorang harus punya power atau kekuatan. Kekuatan tidak selalu bermakna secara fisik, namun dalam hal ini adalah ilmu, jabatan, harta, dan nasab. Semua itu mempermudah seseorang untuk menjadi orang bermanfaat.

Baca Juga :  PP Al-Anwar 3 Putri Selenggarakan Musyawarah Kerja

Dalam mauidhoh hasanah, K.H Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha` setidaknya membicarakan dua poin penting. Melogikakan ajaran Islam dan peristiwa pra-kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Salah satu tradisi masyayikh Sarang yang harus kita pegang adalah santri dilatih untuk melogika apa yang dibawa oleh rasulullah” Tegas Gus Baha` yang mengafirmasi bahwa santri tidak boleh menanggalkan rasionalitas dalam kajian Islam.

Sebagai tambahan, beliau mengutip dari kitab Haula al-Ihtifal karya sayyid Muhammad bahwa  perayaan Maulid Nabi adalah hal yang sangat rasional. Maulid Nabi merupakan ekspresi bahagia seseorang atas lahirnya Nabi Muhammad.

Maulid niku ekspresi seneng mergo wonten kelahiran e Rasulullah, dan tidak bisa digambarkan ada orang Islam yang tanya mengapa kamu memperingati Maulid!!” Ujar beliau.

Selain itu, Gus Baha` juga memaparkan penjelasan tentang luar biasanya peristiwa-peristiwa sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi rasul (alamat nubuwwah), mulai dari percakapan Abu Sufyan dengan Raja Heraklius dan pertemuan Siti Khadijah dan sepupunya Waraqah. Gus Baha` memberikan materi cukup singkat namun sangat substansial dan tentu dengan gaya ceramah khas Gus Baha` yang sering melontarkan candaan namun tetap ilmiah.

Oleh: Tim Multimedia Al-Anwar 3

Tim Multimedia PP. Al Anwar 3
Tim Multimedia PP. Al Anwar 3

Website dikelola oleh Tim Multimedia Pondok Pesantren Al Anwar 3 Sarang

Articles: 207

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *