HAFLAH MDT AL-ANWAR 3, KIAI ROGHIB MABRUR BERPESAN “JANGAN CEPAT MERASA PUAS!”

Pada acara Haflah Tasyakur MDT Al-Anwar 3, Kiai Roghib Mabrur (Pengasuh PP. Ma’hadul ‘Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) Sarang) berpesan kepada para calon mutakhorrijin dan mutakhorrijat MDT Al-Anwar 3 agar tidak cepat merasa puas dengan ilmu yang didapat. Beliau menjelaskan bahwa semangat mencari ilmu harus selalu dihidupkan, karena orang akan senantiasa menjadi alim saat ia masih mau mencari ilmu. Ketika seorang mutaallim (orang yang belajar) sudah merasa puas dengan ilmu yang didapat, maka sejak saat itu ia menjadi jahl atau bodoh.

Orang kok sudah menyangka bahwa dirinya alim maka justru dia adalah orang yang bodoh” pesan beliau.

Nabi Muhammad juga senantiasa mencari ilmu

Kiai Roghib juga menyampaikan bahwa keharusan seseorang untuk senantiasa mencari ilmu dikarenakan ilmunya Allah itu sangat banyak. Sedangkan yang sudah diperoleh itu masih sangat-sangat sedikit. Bahkan sekaliber Nabi Muhammad Sālla allāhu ‘alayhi wa sallam, masih diperintahkan oleh Allah Subhānahu wa ta’āla untuk senantiasa mencari ilmu dan berdoa agar ditambah ilmunya oleh Allah. Perintah ini termaktub di penggalan QS. Ṭāhā : 114;

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰى اِلَيْكَ وَحْيُه ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

Baca Juga :  Pondok Pesantren Al-Anwar 3 Putri Menyelenggarakan Kegiatan Diklat Kepemimpinan

“Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Janganlah engkau (Nabi Muhammad) tergesa-gesa (membaca) al-Qur’an sebelum selesai pewahyuannya kepadamu dan katakanlah,Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

Menjaga diri dari api neraka dengan ilmu

Kiai Roghib juga menegaskan bahwa ilmu merupakan salah satu sarana untuk menghindarkan seseorang dari api neraka. Dalam al-Qur`an disebutkan;

يٰاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”

Beliau menjelaskan bahwa menjaga di sini yang diredaksikan dengan “قُوْا” ditafsirkan sebagai   “علموهم و أدبوهم بشرائع الإسلام”. Maknanya, “menjaga” dalam ayat ini dimaknai dengan mendidik dan memberikan ilmu kepada diri dan juga keluarga. Dengan demikian, proses belajar terhadap ilmu-ilmu agama merupakan suatu bentuk penjagaan diri terhadap api neraka.

Lebih lanjut, Kiai Roghib menjelaskan bahwa mencari ilmu adalah sebuah amaliah yang sangat afdal. Bahkan menurut Imam Hasan al-Bashri, mencari ilmu lebih utama daripada jihad fi sabilillah.

Jihad fi sabilillah itu amaliah yang sangat tinggi nilainya, sangat tinggi manfaatnya, dan sangat tinggi amaliahnya, tapi masih kalah dengan mencari ilmu” Ujar beliau.

Oleh: Multimedia Al-Anwar 3

Tim Multimedia PP. Al Anwar 3
Tim Multimedia PP. Al Anwar 3

Website dikelola oleh Tim Multimedia Pondok Pesantren Al Anwar 3 Sarang

Articles: 211

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *