Kitab al-Jawāhir al-Kalāmiyyah fī Īḍāḥ al-‘Aqīdah al-Islāmiyyah Karya al-Shaykh Ṭāhir bin Ṣaliḥ al-Jazā`irī

Dalam tradisi pesantren, para santri diajarkan untuk mengenal Tuhan melalui proses berpikir dan penalaran logis, bukan sekadar taklid semata. Mereka dituntut serta dibimbing untuk memahami dan menghafalkan sifat-sifat Allah beserta para utusan-Nya melalui konsep pokok al-‘Aqā`id al-Khamsīn. Konsep ini mencakup pemahaman mendasar tentang sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jā`iz. Untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran tauhid ini, salah satu literatur klasik yang sering dikaji di pesantren adalah kitab al-Jawāhir al-Kalāmiyyah fi Iḍāḥ al-‘Aqīdah al-Islāmiyyah. Kitab tersebut ditulis oleh al-Shaykh Ṭāhir bin Ṣāliḥ al-Jazā`irī, ulama besar dan pakar terkemuka di bidang kebahasaan dan sastra Arab.

Ṭāhir bin Ṣaliḥ al-Jazā`irī

Shaykh Ṭāhir al-Jazā`irī lahir di kota Damaskus sekitar tahun 1852 M (1268 H), tepatnya pada era Kekaisaran Uthmāniyyah. Orang tuanya merupakan imigran Aljazair yang memutuskan berpindah ke Syam guna menghindari persekusi kejam kolonial Prancis di wilayah Afrika Utara. Pendidikan awalnya didapatkan secara langsung dari sang ayah, Shaykh Ṣāliḥ, seorang ahli fikih mazhab Maliki. Beliau kemudian melanjutkan proses studi di al-Madrasah al-Jaqmaqiyyah di bawah bimbingan ulama-ulama besar seperti Shaykh ‘Abd al-Raḥmān al-Bustānī. Berkat kecerdasannya yang tinggi, Shaykh Ṭāhir berhasil menguasai beragam disiplin ilmu, mulai dari ilmu alam, matematika, astronomi, sejarah, arkeologi, hingga berbagai bahasa asing termasuk Ibrani dan Ethiopia.

Sebagai pecinta sejati ilmu pengetahuan, beliau mendedikasikan seluruh hidupnya untuk aktivitas belajar dan mengajar, hingga ia tidak mempunyai waktu untuk menikah. Ia berperan sangat penting dalam proses pengumpulan manuskrip-manuskrip kitab Aljazair yang terpencar dan membantu mendirikan percetakan Dār al-Kutub al-Ẓāhiriyyah di Damaskus serta al-Maktabah al-Khālidiyyah di Palestina. Beliau wafat pada tahun 1338 H di Damaskus.

Damascus – al-Madrasa al-Jaqmaqiyeh دمشق – المدرسة الجقمقية – Syria Photo  Guide
Al-Madrasah al-Jaqmaqiyyah, Damaskus

Kitab al-Jawāhir al-Kalāmiyyah adalah sebuah literatur ilmu tauhid yang disusun menggunakan metode tanya-jawab, sehingga sangat efektif dan sangat mudah dipahami oleh kalangan pelajar tingkat pemula. Kami akan mengulasnya berdasarkan struktur asli kitab tersebut, yang terdiri dari bagian mukadimah, enam pembahasan utama, dan sebuah bagian penutup. Pada bagian mukadimah, muṣonnif mendefinisikan akidah Islam sebagai bentuk pembenaran lisan dan kepercayaan hati secara mutlak terhadap seluruh risalah kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Ṣallā Allah ‘alayhi wa Sallam. Bagian ini juga menyajikan enam perkara rukun iman yang menjadi fondasi dasar kehidupan seorang mukmin.

Isi dan Sajian dalam al-Jawāhir al-Kalāmiyyah

Pembahasan pertama di dalam kitab ini menjabarkan tentang keimanan kepada Allah. Muṣonnif membaginya menjadi dua bentuk keimanan: secara ijmālī (umum) dan secara tafsīlī (terperinci). Beliau menguraikan dengan sangat jelas mengenai dua puluh sifat wajib, dua puluh sifat mustahil, serta satu sifat jā`iz bagi Allah. Terkait penjelasan ayat-ayat mutasyabihat—yakni ayat-ayat yang sekilas bermakna ambigu dan sangat rentan memicu kesalahpahaman penyerupaan fisik Allah dengan makhluk-Nya—muṣonnif menegaskan pentingnya pemahaman yang lurus. Beliau menjelaskan dua metode pendekatan penyelesaian, yaitu metode tafwīḍ (menyerahkan makna hakikinya hanya kepada Allah tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk) yang dinilai jauh lebih selamat dan bijaksana, serta metode ta`wīl (menyelaraskan makna zahir kepada makna majas yang sesuai dengan sifat keagungan Allah) yang diperbolehkan demi menjaga keselamatan akidah orang awam.

Baca Juga :  Sopan Santun Bagaikan Biji Kecil

Pembahasan kedua membahas secara khusus tentang hakikat malaikat. Malaikat didefinisikan sebagai jism laṭīf (makhluk metafisika) yang tercipta dari cahaya. Mereka adalah golongan hamba mulia yang selalu taat beribadah, tidak makan maupun minum, dan selalu menjalankan setiap perintah Tuhan tanpa pernah membangkang. Pembahasan ketiga berlanjut dengan mengupas rincian keimanan kepada kitab-kitab suci. Beliau dengan tegas menyoroti fakta sejarah bahwa kitab Taurat dan Injil yang beredar luas pada saat ini telah mengalami distorsi dan penyimpangan dari versi teks aslinya. Sebagai bentuk perbandingan utama, al-Qur’an diposisikan sebagai pedoman mukjizat terbesar yang keasliannya terjaga sempurna secara mutāwatir sepanjang masa.

Pembahasan keempat menguraikan perbedaan antara nabi dan rasul serta konsep dasar mukjizat dan perbedaannya dengan praktik sihir atau karamah. Nabi Muhammad dikukuhkan sebagai nabi dan rasul yang paling mulia di antara para nabi dan rasul lainnya. Pembahasan kelima dan keenam masing-masing menjelaskan rincian keimanan kepada Hari Akhir dan ketetapan takdir (qadā` dan qadar). Mengenai konsep takdir, muṣonnif menolak keras paham fatalisme mutlak (jabbāriyyah). Manusia dibekali kehendak bebas rasional untuk memilih kebaikan atau keburukan, dan pilihan tersebut akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah.

Pada bagian penutup kitab, ditekankan beberapa hal dan kaidah akidah yang paling krusial. Akal pikiran manusia dilarang dan tidak diperbolehkan berbicara sembarangan tentang Dzat Allah karena keterbatasan kapasitas akal itu sendiri. Allah hanya bisa dikenali melalui sifat-sifat-Nya serta keteraturan ciptaan alam semesta. Hal ini disamakan layaknya roh manusia, yang dampaknya terasa nyata dalam kehidupan namun esensinya tidak bisa dilihat secara langsung. Namun, kitab ini menegaskan bahwa melihat Allah di surga adalah sah secara akal dan dipastikan akan terjadi berdasarkan dalil naqlī. Keseluruhan uraian kitab ini membuktikan bahwa karya Shaykh Ṭāhir al-Jazā`irī ini adalah referensi dasar yang penting untuk dipelajari di pesantren.

Oleh: Ust. Moch. Izzuka Hakim, S.Ag

Share your love
Tim Multimedia PP. Al Anwar 3
Tim Multimedia PP. Al Anwar 3

Website dikelola oleh Tim Multimedia Pondok Pesantren Al Anwar 3 Sarang

Articles: 222

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *