Pondok Pesantren Al-Anwar 3 berhasil menggelar salat istisqa berjamaah pada pukul 14.00 (3/11) di halaman Pondok Pesantren. Agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar pesantren agar kemarau panjang di Indonesia segera usai. Selain itu, agenda ini juga dimaksudkan agar para santri dapat mempraktikkan pembahasan salat istisqa yang dikaji dalam literatur fikih. Mamah Nadia Jirjis menyatakan bahwa praktik salat istisqa adalah bentuk pengamalan dari QS. al-Baqarah [2]: 45.
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ
“Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat.”
Agenda ini dipimpin langsung oleh Babah Ghofur. Dalam khutbah, beliau menyampaikan bahwa musibah yang menimpa manusia tidak lain karena dosa yang telah manusia itu lakukan. Dalam konteks ini, memperbanyak istighfar dan kembali bertaubat merupakan ikhtiar agar musibah itu diangkat oleh Allah. Beliau menyampaikan bahwa ini adalah pesan yang terkandung dalam QS. Al-Anfal [8]:33.
وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“al-Qur`an mengabarkan bahwa penyebab terhadap musibah-musibah adalah dosa yang dilakukan oleh hamba-hambanya. al-Qur`an juga mengabarkan bahwa istigfar sebanyak-banyaknya bisa menghilangkan musibah-musibahnya. Allah tidak akan menyiksa selama hamba-hamba itu banyak beristigfar. Dan kita berkumpul di sini untuk beristigfar dan bertaubat” Ucap Babah ketika khutbah.

Babah juga menyoroti kesedihan yang dialami banyak masyarakat Indonesia hari ini. Kekeringan dan kebakaran yang terjadi tidak lain juga karena kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Dampaknya, hewan yang tidak berdosa ikut menanggung akibatnya. Anak kecil yang tidak tahu apa apa ikut terkena efeknya. Sehingga salat istisqa dilakukan dengan harapan masyarakat Indonesia segera mendapatkan kabar bahagia berupa turunnya hujan.
Selain itu, Babah juga tidak lupa mengingatkan para santri agar menggunakan dan menjaga air sebaik-baiknya. Gunakan nikmat air yang telah diberikan untuk menambah dan mendukung ketaatan kepada Allah. Karena menyia-nyiakan nikmat hanya akan mengakibatkan Allah mencabut nikmat tersebut. al-Qur`an menyampaikan pesan ini melalui kisah turunnya Nabi Adam ke bumi. Nabi Adam dihukum karena melanggar perintah dan menyia-nyiakan nikmat yang Allah berikan. Kisah ini diabadikan dalam QS. al-Baqarah [2]: 35-38.
Agenda ini diakhiri dengan doa yang sangat panjang dari Babah Ghofur. Doa yang berisi permohonan ampun kepada Allah dan harapan agar musibah yang menimpa warga Indonesia segea berakhir.
Semoga musibah-musibah yang menimpa warga Indonesia segera diangkat oleh Allah Ta’ala. Amien.
Oleh: Multimedia Al-Anwar 3

