Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sālla allāhu ‘alayhi wa sallam tahun ini terselenggara bersamaan dengan pelantikan pengurus. Acara ini digelar pada 8 september 2026 M/ 27 Rabiulawal 1448 H di gedung Sport Center Al Anwar 3. Acara ini dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar 3, KH. Abdul Ghofur Maimoen dan Hj. Nadia Jirjis, dan seluruh pengurus dan santri Pondok Pesantren Al Anwar 3, baik putra maupun putri. Acara ini juga dimeriahkan oleh Hadroh al-Hassan dari Al Anwar 3.
Acara dimulai dengan pembacaan nasyid-nasyid islami yang dipimpin oleh tim hadroh dan dilanjutkan dengan pembacaan diba’ bersama-sama. Mahalul Qiyam juga terlaksana dengan khidmat, khusyuk, dan takzim. Dan diakhiri dengan menyenandungkan nasyid Sa’duna fiddunya yang sangat ikonik dengan KH. Maimoen Zubair.

Penyair dan Saudara Biras Rasulullah
Acara terakhir adalah mau‘izah ḥasanah yang disampaikan oleh KH. Abdul Ghofur Maimoen. Dalam mau‘izah-nya, Babah menceritakan kisah sahabat al-Hassān bin al-Thābit. al-Hassān merupakan penyairnya Rasulullah Sālla allāhu ‘alayhi wa sallam yang diberkahi usia panjang sampai 120 tahun. Salah satu keistimewaan sahabat ini adalah pernah didoakan Rasulullah menggunakan redaksi doa yang tidak pernah dilantunkan Rasul kecuali kepadanya. “Saya tidak pernah mendengar doa itu disampaikan Kanjeng Nabi kecuali untuk Hassān”. Redaksi doa itu adalah
وَاَيِّدْهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِ
“Ya Allah, Semoga Engkau kuatkan dia (Hassān) dengan Ruh Kudus (Malaikat Jibril)”
Selain itu, salah satu keistimewaan Hassān bin Thābit ini adalah saudara biras dari Rasulullah Sālla allāhu ‘alayhi wa sallam dari pernikahan Rasul dengan Sayyidatina Mariyah al-Qibtiyah. Mariyah al-Qibtiyah memiliki saudari bernama Sirrin. Sirrin dinikahkan oleh Nabi dengan Hassān bin Thābit. Hal ini merupakan salah satu bentuk cinta Rasulullah kepada Hassān bin Thābit. “Jadi itu saking senengnya Nabi dengan Hassān bin Thābit” Ujar Beliau.
Urgensi Menjaga Ritme Waktu
Di samping menceritakan kisah al-Hassān, Babah juga tak lupa untuk memberi sedikit motivasi kepada para santri. Babah mengingatkan tentang pentingnya menjaga ritme waktu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “Tadi rencana kita mulai jam 8, ya jam 8 kita mulai ya. Menjaga ritme waktu ini sangat penting sekali” Pesan Beliau.
Menurut beliau menjaga ritme waktu merupakan salah satu kebiasaan yang baik. Kebiasaan baik itu menjadi hal yang seharusnya menjadi target capaian kita semua.
“Salah satu yang paling ingin kita capai adalah kebiasaan-kebiasaan baik. Hidup kita itu, 70 persen lebih ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan kita. Kecerdasan kalah jauh dengan hasil dari kebiasaan-kebiasaan baik”

Beliau juga berkata “Hari ini kalau kita belum mencapai sesuatu, tapi kalau hari ini kita berusaha memiliki kebiasaan-kebiasaan baik, maka tunggu beberapa saat kemudian kita akan meraih banyak hal. Makanya kita berusaha agar pondok tidak hanya menciptakan ilmu, tapi juga menciptakan kebiasaan-kebiasaan baik”
Salah satu kebiasaan baik yang dijadikan contoh oleh Babah adalah membaca buku sebelum tidur agar menambah kadar intelektual seorang santri. “Misalnya kalo sebelum tidur itu membaca buku, misalnya ya. Itu akan menentukan sekian kadar intelektual kita”.
Target Capaian Pondok di Masa Depan
Babah juga menyampaikan target capaian pondok dan kampus di masa depan. Keduanya memiliki target untuk menjadi pusat keilmuan yang menjadi rujukan banyak instansi lainnya. Hal ini sebagaimana dicita-citakan sang pendiri, KH. Maimoen Zubair. “Kampus dan pondok ini memiliki target di tahun 2036. 2036 kampus dan pondok harus kelihatan sebagai tempat keilmuan yang matang. Mbah Maimoen dulu ingin membangun kampus ini sebagai pusat keilmuan. Kita laksanakan bersama-sama ya”
Oleh: Multimedia Al Anwar 3

